Membangun Akhlak Anak Sebelum Membangun Kepintaran

Membangun Akhlak Anak Sebelum Membangun Kepintaran

Bagikan Ke​ :

Facebook
X
WhatsApp
Pinterest

AL-AULAAD.OR.ID – Di zaman sekarang, banyak orang tua berlomba-lomba menyekolahkan anak mereka di tempat terbaik, membekali mereka dengan les ini dan itu, berharap agar sang anak menjadi cerdas dan berprestasi. Namun sayangnya, tak sedikit yang melupakan sesuatu yang jauh lebih penting dari kepintaran: akhlak.

Padahal Rasulullah ﷺ diutus bukan untuk menciptakan manusia yang pintar dalam hitungan atau sains, melainkan:

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad)


Kepintaran Tanpa Akhlak Adalah Bahaya

Kita hidup di zaman di mana anak-anak mampu mengoperasikan gawai sejak usia 4 tahun, tapi banyak yang belum paham bagaimana adab berbicara dengan orang tua. Mereka bisa fasih berbahasa asing, tapi sulit mengucapkan kata maaf atau terima kasih. Mereka bisa menghafal rumus matematika, tapi tidak terbiasa shalat tepat waktu.

Anak yang cerdas namun tidak berakhlak, bagaikan pedang tajam yang salah arah. Kepintarannya justru bisa membawa keburukan—baik bagi dirinya, keluarga, maupun masyarakat.


Akhlak Adalah Pondasi

Islam menekankan bahwa akhlak adalah pondasi bagi semua ilmu dan amal. Tanpa akhlak, ilmu tidak akan membawa manfaat. Pendidikan Islam sejati dimulai dari membangun karakter: jujur, sopan, rendah hati, disiplin, dan bertanggung jawab. Dan akhlak tidak bisa diajarkan sekali waktu, tetapi harus ditanamkan dengan sabar dan konsisten, hari demi hari.


Peran Keluarga dan Sekolah

Agar anak tumbuh dengan akhlak yang baik, perlu sinergi antara keluarga dan sekolah. Di rumah, orang tua menjadi teladan. Di sekolah, guru menjadi pelanjut pembinaan. Sayangnya, banyak sekolah hari ini fokus pada akademik semata, sementara adab dan nilai-nilai Islam hanya menjadi pelajaran sekilas.

Sudah saatnya kita mengembalikan prioritas pendidikan kepada yang hakiki: menanamkan adab sebelum mengajarkan ilmu.


Meneladani Pendidikan Rasulullah ﷺ

Nabi Muhammad ﷺ mendidik para sahabat bukan sekadar dengan ceramah, tapi dengan contoh nyata. Beliau menunjukkan bagaimana berbicara yang baik, bagaimana menghargai orang lain, bahkan kepada anak kecil. Itulah mengapa para sahabat tumbuh menjadi generasi terbaik.

Kita sebagai orang tua dan guru pun harus meneladani cara Rasulullah ﷺ dalam mendidik: penuh cinta, tegas dalam prinsip, dan konsisten dalam keteladanan.


Penutup

Mari kita didik anak-anak kita bukan hanya agar mereka pintar di dunia, tapi juga selamat di akhirat. Karena kelak, bukan nilai raport yang ditanyakan di hadapan Allah, tetapi akhlak dan amal. Sebab itu, mari kita mulai dari sekarang: tanamkan akhlak, dan barulah bangun kepintaran.